Showing posts with label Kangen. Show all posts
Showing posts with label Kangen. Show all posts

Friday, February 21, 2014

Kita Harus Bertemu #21

Hai, Ayuuuuuk!
Di akun instagram-mu tadi, kamu nyuruh aku buat bikin surat untukmu. Nih, Yuk, aku bikinin surat. :p
Ini hari Jum'at, dan harusnya hari ini aku menulis surat kaleng dan mengirimkannya ke email PosCinta, tapi aku putuskan untuk cuti dulu nulis surat kalengnya. Hari ini, khusus kutuliskan surat untukmu, hai mantan teman sekamar.

Kamu di sana apa kabar, Yuk? Mungkin ini memang pertanyaan klise sih, tapi beneran loh, kamu apa kabar? Tinggal sendirian di kamar kos serem nggak? Trus kalau kamu mau curhat-curhat tentang, yah, you-know-who, curhatnya sama siapa? Yang nemenin kamu cari makan siapa? Masih nggak mau matiin lampu kalau tidur? Trus kalau nganggur di kosan, kamu ngapain, Yuk? Nonton film sendirian, baca novelnya Agatha Christie yang dulu selalu kupinjam, atau main ke temen kamar sebelah?

Nih, ada satu pertanyaan puncak nih buat kamu, Yuk: Kalau malam minggu siapa yang nemenin? Hahaha, inget kan ya, dulu setiap malam minggu kalau kita lagi sama-sama nggak pulang kampung, kita pasti bakalan ngemal trus ngecengin anak-anak yang pacaran? Duh, sekarang kalau malam minggu dan aku lagi di kos, aku bingung banget Yuk harus ngajak siapa buat jalan ngecengin anak pacaran. Yah, kamu tau sendiri kan, Yesi pasti udah banyak rencana sama temen-temen SMP/SMAnya atau nggak malah pacaran sama Derry. Sarah, setiap nggak pulang, adaaaa aja acaranya entah sama saudaranya atau sama gebetan-gebetan nggak jelasnya. Ravita? Kita semua sudah sama-sama tau kan, Ravita anaknya rumahan banget dan suka nggak tau arah jalan. Jadi aku selalu ngaplo di kamar dan membusuk semalaman, Yuk. Menyedihkan sekali, bukan?

Maret nanti kalau kamu pulang ke Kediri dalam rangka liburan, kamu harus nyediain waktu buat jalan sama kita-kita di Surabaya, Yuk! Aku kan dulu sudah pernah bilang mau ngajak kamu ke tempat-tempat seru, trus foto ke studio yang kutunjukkin di TP terakhir kita jalan berempat dulu. Pokoknya, kamu-aku-dan lainnya harus temu kangen sampai kangennya tersampaikan! (yaaah, walaupun nggak akan pernah habis rasa kangenku buatmu #halah)

Bawain aku oleh-oleh jajan Yupi dan nasgor ya, kak! Hehehe... (ala Anya)



Pasuruan, 21 Februari 2014.
Dari cahabatmu yang kata orang-orang nyebelin.

Thursday, February 13, 2014

Senyum Terakhirmu #13

Hai, Mai!
Sudah berapa lama kita nggak ketemu? Terhitung sejak sapaan terakhirmu, ini sudah empat tahun lebih ya, Mai. Kangen nggak sama aku? Hahaha, aku kangen ngejailin kamu dan rambutmu yang aneh itu, Mai. Masih inget kan, gimana aku dan Elita masuk-masukin sisa-sisa penghapus sama staples ke rambutmu, trus kamu bilang, "Woi woi! Aduuuuh..." sambil ketawa-tawa kecil geje trus acak-acak rambutmu biar "sampah" tadi hilang. Aku sama Elita cuman bisa ngakak dan nggak berhenti ngejailin kamu, Mai.

Oh ya, Mai, inget nggak waktu Elita bilang, "Mai, ada pemain FTV yang mukanya mirip kamu!" trus kamu senyum-senyum geje (kapan sih, kamu nggak senyum-senyum geje?) lalu tanya, "Hah iyotah, El? Sopo emang?" Trus Elita jawab namanya Guntur. Dan sejak itu aku dan Elita sering panggil kamu Geledek, gara-gara kamu mirip orang yang namanya Guntur itu. Huahaha, yang bikin lebih lucu adalah karena kamu ngakuin kalau kamu emang mirip Guntur. Konyol tau, Mai. :D

Kalau ada yang panggil kamu Mai, selain aku dan Elita, itu pasti Papai, pasanganmu, Mai. :p Hahaha, nggak ngerti kenapa kita dulu bisa gila banget bikin keluarga yang terdiri dari kamu sebagai Mamai, Papai, Mbah, dan anak-anaknya adalah aku sama Elita. Trus kekeluargaan kita kusebarluaskan di tempat les, sehingga mbak Ninda dan beberapa tentor lainnya ikutan manggil kamu Mai. Duh, Mai, kangen nggak sih waktu ketawa-tawa ngakak karena kita sekeluarga ngelakuin hal-hal nggak jelas yang semestinya nggak lucu dan nggak pantes buat ditertawain tapi kita malah ketawa-tawa sendiri? Aku kangen, loh.

Aku juga masih inget, Mai, seminggu sebelum kamu bener-bener pergi, kamu ngasih aku 'kenangan' yang nggak biasa. Hari Senin sepulang sekolah, waktu aku nunggu jemputan di depan gerbang, aku masih inget banget kamu dan motormu yang lebih gede daripada ukuran badanmu sendiri, tiba-tiba nangkring di depanku. Kamu berhenti sebentar sebelum lanjutin perjalanan pulang, lengkap dengan senyummu yang nggak pernah nggak geje. Trus aku bilang, "Lapo, Mai?" dan kamu jawab, "Nggak, nggak popo." Setelah senyum-senyum geje yang bikin aku ikutan senyum geje juga, kamu akhirnya mutusin buat lanjut pulang. "Mulih sek, yo!"
Hari Selasa (atau mungkin Rabu, aku lupa), masih setelah pulang sekolah, selepas aku jemput Elita di kelasnya, aku dan Elita lihat kamu berdiri dengan tatapan kosong di depan wastafel sebelah laboratorium fisika. Aku sama Elita yang nggak biasanya lihat kamu kayak gitu, otomatis nyapa dong. Kita tanya, "Kenapa, Mai?" kamu masih belum sadar dari kebengonganmu. Lalu kita ngagetin kamu dengan, "Woi, Mai!" Kamu cuman senyum tipis yang dipaksakan, dan geleng-geleng kecil.

Setelah itu, aku lupa kapan terakhir aku ngece kamu dengan motor gedemu. Tapi di Jum'at siang tanggal 11 Desember 2009, di sela tidurku buat ngisi energi sebelum les, aku dibangunkan oleh sebuah pesan singkat yang kuterima dari Hilal dengan isi yang nggak aku ngerti maksudnya apa. Aku diem, bengong, langsung ngambil posisi duduk begitu aku baca smsnya. Setelah aku bales smsnya Hilal dan dia ngasih penjelasan, saat itu aku bener-bener bengong nggak percaya. Aku masih diem. Nggak lama, Elita nelpon dan bilang kalau kabar itu bener. Bahkan sekarang temen-temen yang lain sudah berada di rumah sakit. Nggak pake pikir panjang, langsung aja aku ganti baju dan meluncur ke rumah Elita. Sesampainya di rumah sakit, aku lihat Imam yang nangis sesenggukan di depan UGD. Aku lemes.

Lihat tubuhmu udah terbujur kaku di ruang jenazah, air mataku udah nggak terbendung lagi, Mai. Aku nggak percaya yang ada di sana itu kamu, Galih Raditya Pratama, Mamai-ku, temen yang selalu kujailin semasa sekolah. Helm yang kamu pakai waktu itu, udah penuh darah. Aku makin nangis ngeliatnya. Beruntung, ada Elita dan Bu Mus, guru bahasa Indonesia favorit kita, yang nenangin dan yakinin aku kalau kamu sudah bahagia di sana. Aku masih sempat lihat senyum terakhirmu di ruangan yang seram itu, Mai. Kamu tersenyum, sama seperti senyuman yang kamu beri buat aku dan Elita beberapa hari sebelum kamu pergi.

Aku nggak pernah nyangka, sapaan dan candaan di hari Senin itu bakal jadi yang terakhir yang kuterima darimu, Mai. Tapi aku bersyukur, kamu ngasih aku kenangan yang nggak bakal kulupain itu. Sekarang, sudah nggak ada lagi Mamai yang bisa kuusilin rambutnya, yang bisa kuajak debat masalah lagu, yang cerita masalah hal-hal nggak penting sama aku. Seandainya kamu masih sama-sama kita di sini, mungkin kamu sudah satu kampus sama Edo, Gani, Fajrin, dan temen-temen lainnya di kampus impianmu, Mai. Mungkin kita masih bisa bercanda lagi di kota orang. Tapi 'andai' akan tetap menjadi andai.

Kita nggak berpisah untuk selamanya kok, Mai. Hanya sampai nanti kita bertemu lagi. Kangen nih. Surga pasti memberimu lebih banyak kebahagiaan dibanding yang kamu rasa di sini.

Foto ini kuambil di atas kapal dalam perjalanan menuju Bali. Coba lihat gayamu, Mai, tetep sok jutek. :p



Pasuruan, 13 Februari 2014.
Dari yang selalu nangis ketika dengerin Lagu Untuk Riri-nya RAN.

Wednesday, February 27, 2013

Dear, Kamu. #part2


Hari ini, aku (lagi-lagi) ketik nama lengkapmu di kolom pencarian Google dan menemukan satu hal yang kulewatkan dulu. Memang nggak begitu penting, bagi kamu, bagi sebagian orang, namun buatku, sedikit informasi tentangmu adalah sesuatu yang perlu aku tau.

Tuesday, February 26, 2013

Dear, Kamu.


Hei kamu. Iya, kamu yang dulu pertama kali sms aku hari Jum'at tanggal 31 Agustus 2012 dengan isi "Bosen rek." Iya, kamu yang dulu, entah bener atau enggak, nungguin aku pulang kuliah hari pertama di depan parkiran, lalu nyapa aku lewat temenmu, dan akhirnya pulang setelah aku ambil motor di parkiran. Iya, kamu yang dulu bantuin aku benahin segala sesuatu printilan tugas ospekku yang belum selesai.

Monday, February 25, 2013

Bring Me Back to High School

Watched this video and suddenly miss my high school with all the little things...


I wish I could go back to that time when everything seemed so easy and less stress. I miss the making of that video. I miss my high school friends.

Sunday, January 20, 2013

Hal yang Jarang Terjadi


(background song: Galau Galau Galau – Citra Scholastika)

Ngga tau kenapa, tiba-tiba aku galau. Iya, galau. Hal yang udah jarang bahkan hampir ngga pernah aku rasain lagi akhir-akhir ini. Sebab kegalauanku, gegara acara di TransTV yang judulnya Lolly Love. Jadi disitu diceritain ada pasangan yang HTS-an gitu. Disini sih aku belum galau, sampai pada akhirnya ada adegan dimana si cewenya lagi  ngeliatin foto (baca: kenangan) dalam kamera cowonya trus dia nangis gitu, gegara sekarang dia sama cowo HTS-annya itu udah ngga deket lagi semenjak ada kejadian si cowo cemburu sama cowo lain, padahal mereka ngga ada hubungan apa-apa. Serba salah gitu lah, mau cemburu juga gabisa karena gaada ikatan.

Ngelihat si cewe nangis sambil ngeliatin foto-foto mereka, si cowo ini pun menghampiri cewenya, menyeka air matanya, dan kemudian menegaskan hubungan mereka berdua menjadi pacaran. Si cewe bilang cowonya egois, tapi kemudian cowonya nenangin dengan bilang “Aku mau kita pacaran biar kamu bisa cemburu, bisa marah kalo liat aku deket sama cewe lain.” Nah disini nih, disini entah gimana tiba-tiba air mata aku netes aja gitu. Trus akhirnya mereka jadian daaaaaaan semakin tiba-tiba nyesek gitu di tenggorokan aku.

Ngga munafik sih, aku kangen rasanya punya pacar. At least kangen rasanya senyum-senyum sendiri pas bangun tidur ngeliat ada sms dari seseorang yang disebut pacar. Kangen rasanya sayang sama pacar, kangen rasanya disayang pacar, kangen rasanya nyemangatin pacar, kangen rasanya semangat sekolah dan bersaing bagus-bagusan nilai sama pacar, kangen rasanya nyeritain semua hal ke pacar, kangen rasanya ngobrol serius dan bahas hal yang cuman aku dan pacar ngerti, kangen dibecandain, kangen digombalin (yakali), kangen sepik war, kangen jeles-jelesan, kangen gila-gilaan, kangen rasanya gelisah nunggu nunggu sms dari orang yang ditunggu, kangen rasanya kangen ke pacar, intinya aku kangen rasanya punya pacar.

Ya memang, buat sebagian orang pacaran itu bukan hal yang terlalu penting. Begitupun aku. Aku ngga terlalu mentingin pacaran. Hari ini aku cuman kangen rasa-rasa yang hanya ketika kita punya pacar aja kita bisa ngerasainnya.

Buat aku, punya pacar itu berarti kita punya suporter pribadi yang bakal bikin kita semangat ngelakuin sesuatu, apalagi kalo pas kita lagi sayang-sayangnya sama pacar. Dan galau ketika pacaran itu bumbu yang ibarat sayur tanpa garam.

Ini aku ngga tau sama sekali gimana bisa tiba-tiba aku kangen banget rasanya punya pacar. Apalagi lihat Lolly Love tadi, makasih deh ya bisa membangkitkan lagi kegalauanku yang sudah lama mati suri.

Saturday, October 27, 2012

Songs With Stories

Nah, aku mau nepatin janji nih buat mosting sesuatu tentang lagu. Kebetulan sekarang lagi dengerin lagu sih. Lagu apa?

Judul: Tempat Terakhir
Penyanyi: Padi

Ada apa di balik lagu ini?
HEHE. HEHEHE. HEHEHEHEHE.
Cuman bisa senyum senyum sendiri kalau ada yang tanya gitu. Bukan, aku belum gila kok. Gila karena cinta, ehm, mungkin. Tapi enggak. Ini murni karena ada 'sesuatu' dari lagu ini. Liriknya sih, lebih tepatnya. Kaya apa sih liriknya? Nih...


Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna
Bila itu tanpamu

Lama sudah kau menemani
Langkah kaki di sepanjang
Perjalanan hidup penuh cerita

Kau adalah bagian hidupku
Dan akupun menjadi bagian
Dalam hidupmu yang tak terpisah

Kau bagaikan angin
Di bawah sayapku
Sendiri aku tak bisa seimbang
Apa jadinya bila kau tak di sisi

Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna
Bila itu tanpamu

Aku ingin kau menjadi
Bidadariku di sana
Tempat terakhir melabuhkan
Hidup di keabadian

Bila nanti aku kehilangan
Mungkin itu hanya sesaat
Karena ku yakin kita kan bertemu lagi

Kenapa sih sama liriknya? Puitis banget yah? Romantis banget yah? Sweet banget yah?
Bukan. Eh, iya sih. Emang puitis dan sweet. Tapi bukan karena itu :$

Jadiiiiiiiiii..............................
Awalnya aku emang suka sama lagu ini. Pas sepintas denger di suatu tempat (lupa dimana) itu pas muter bagian reffnya, yang ini "Meskipun aku di surga, mungkin aku tak bahagia. Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu" dan yang ada dalam pikiranku 'Gila ini liriknya sweet tapi ga bersyukur abis..' Maka jadilah, aku suka sama lagu itu. Hanya sebatas suka dan tau aja  sih, denger juga baru sekali itu doang. Tau judulnya pun enggak :|

Eh tau tau beberapa hari yang lalu, ada seseorang *blushing* yang waktu itu ceritanya lagi sepik-sepikan a.k.a perang sepik sama aku. Dan dia bilang...
"Cuma kehidupan, kalo aku mau nemenin kamu sekarang dan sampai nanti di surga. Meskipun aku di surga, mungkin aku tak bahagia, bahagiaku tak sempurna, bila itu tanpamu. Hehe. :p"
Kira-kira bisa bayangin ga ekspresiku gimana pas baca sms itu? *terdengar suara dari kejauhan* 'Gak bisa kakak..'
AKU SENYUM SENYUM SENDIRI MEEEEN :B
Yaah gimana ya, walaupun itu cuman sepik, dan sepikan itu asalnya dari lirik lagu, tapi yang nyepikin itu loo, yang nyepikin si itu :3 wuih jadi makin cinta deh sama tuh lagu uwuwu :3

Maka jadilah setiap dengerin lagu itu aku jadi senyum-senyum sendiri, keinget sepik war kita *ciyeh kita*, dan mencoba bayangin gimana wajah dia kalo dia ngomong gitu beneran :p

Masih banyak sih songs with stories dariku, tapi atu atu dulu ya, besok besok lagi~ smooch *titik dua bintang*

Sunday, September 16, 2012

Time Flies. Busy-ness Kills. Random Things.

Hell-o, blog! Aaaaaaah I miss writing things and post photos and tell anything to you. Hmm, this busy-ness and business forced me to not touch any-cyber-thingy-things like you, twitter, tumblr, and polyvore, oh, I miss it the most <////3

How's my college life? Cool. Haha, I mean, yea, you know, everytime I've done an opening report for my class, the other opening and closing reports are waiting. Doesn't it seems like, "Wow you must be very busy!" And yes I am, it's like my lecturers are killing me softly with their assignments. Hoaaaam.

Are you waiting for my stories? Hmm. Do I have to tell you every single thing?
So... Time flies.
Jadi... Waktu berlalu.
Banyak hal, tragedi, kejadian-kejadian yang kualami beberapa hari ini, yang bikin aku kangen masa-masa barengan sama Exorcist. Waktu emang ngga pernah kerasa kalau cepet banget berlalunya. Awalnya emang ngerasa "Duh, kenapa lama banget ya...." eh tau-tau pas aku sadar, sekarang itu sudah tahun 2012. Dua ribu dua belas, men. Dan aku lahir tahun 1995. Tuh, lama kan? *ngomong apaansi gue*

Tugas. Tugas. Tugas. Laporan. Laporan. Laporan. Ngga ada variasinya. Tiap hari gituuu gitu mulu. Seneng sih dapet tugas pertama, enjoy juga ngerjainnya. Tapi pas ketemu pelajaran Visual Programming, ya Allah ya Tuhaaaaan, itu kodenya ngga ada yang lebih ribet lagi ya? *nangis gulung-gulung*
Sebenernya aku suka sih pelajaran kode-mengkode *anak galau twitter pasti jago banget ini*, gambar-menggambar *walaupun gabisa gambar*, apalagi foto-memfoto. Tapi yang bikin bete, itu pelajaran vispro appsnya cuman ada di iOS sama di Linux. Lah aku Windows user. How dong woy how? -_-

Sudahlah lupakan sejenak masalah tugas dan laporan. Aku kangen Elita dan Ika. Aku kangen Exorcist. Aku kangen Mamai dan Papai. Aku kangen Mbah. Aku kangen Nugroho Family. Aku kangen masa-masa kelas 9. Andai waktu bisa diulang, aku pingin banget ngulang saat-saat liburan ke Bali sama temen-temen SMP, ya khususnya Nugroho Family. Aku kangen pas aku dan Exorcist ngunjungin kamarnya mamai papai sama mbah, trus si papai lagi sakit, mamai minta jajananku. Ah..... andai semuanya bisa.

Mungkin bisa terulang, namun ga akan lengkap dan rasanya pasti beda tanpa kehadiran Mamai. Kamu disana lagi ngapain ya Mai? Kangen ga sama aku? Sama Nugroho Family? Maaf Mai aku gabisa dateng pas 1000 harimu, aku di Surabaya, dan aku pengen banget dateng Mai. Banget.....
Aku masih inget semua kenangan sama Nugroho Family, sama Mamai.... Senyuman terakhirnya, sapaan terakhirnya, pandangan mata menerawang terakhirnya..... Semoga kamu damai dan bahagia disana ya, Mai. Setelah kesibukanku usai, aku janji aku bakalan ke tempat peristirahatanmu sama Nugroho Family :)

Oh, dan kembali lagi pada kehidupan sebagai mahasiswa. Seneeeeng sih bisa bikin tugas barengan sama temen-temen di kosan temen. Tapi ga senengnya ya pulang malem. Sendirian. Naik motor. Tiap hari. Tanpa jaket. Bayangin deh tuh seseknya gimana ini dada. Udahlah jauh, pulang selalu jam 10-an, di rumah langsung tepar pula. Demi tugas, men. Dedikasiku tinggi, bukan? ;)
Penantianku untuk ngekos selama ini akhirnya tercapai pula. Proposalku ke mama buat ngekos akhirnya diapprove. Accepted. Bayangin deh tuh senengnya kaya apa. Selain bisa lebih deket sama kampus, jadi hemat bensin dan gaperlu pulang malem, aku juga pingin ngerasain hidup sebagai anak kos itu kaya gimana. Time management, financial management, dan yang pasti tetep disiplin dan jaga kepercayaan ortu itu yang susah. Tapi aku tertantang buat nyobain. Pasti seru! I can't stand to wait! :D

Eh iya aku mau posting tentang lagu-lagu sih sebenernya. Tapi di beda tulisan aja kali ya, postingan yang itu mau nyeritain tentang personal life juga sih sebenernya. Tapi yaaa ntar deh kalo tugas dan laporanku sudah kelar semua. Tunggu yaaaa ;;)



NB:
Hari Kamis, 13 September 2012, aku nonton #RadioGalauFM the Movie. Malem-malem sama Ika. Pas premiere. Nanti deh aku ceritain reviewnya. Yang belum nonton, buruan nonton deh. Tapi hati-hati ya. Hihi ;p

Tuesday, July 31, 2012

This Awesome Past Three Days

Thank you Allah for this awesome past three days. I feel really blessed. Alhamdulillah :)

Banyak yang ingin aku ceritakan tentang tiga hari terakhir ini. Dan yeah, seperti yang terbaca, tulisanku nggak memakai bahasa Inggris kali ini. Bosan? Mungkin. Sebenarnya ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkannya. Kangen.

Ya, aku kangen masa dimana postingan blog ini berisi tulisan-tulisan berbahasa Indonesia yang memakai bahasa gaul, lo-gue, dan pemakaian EYD yang nggak beraturan. Semua yang kualami, langsung ditumpahkan disini. Nggak peduli mau tulisan sepanjang apapun tapi bacanya nggak bosen. Dan menghasilkan komentar yang menurutku, sangat menyenangkan.

Tiga hari terakhir aku merasa saaaangat diberkahi oleh Allah. Diawali hari Sabtu, 29 Juli 2012. Awalnya aku nggak terlalu kepikiran buat dateng dan lihat acara di suatu sekolah kejuruan di kota ini, tapi suatu band yang sukses membuatku tergila ternyata terlibat di dalamnya. Tanpa pikir panjang aku pun mencari cara untuk bisa berpose dengan para personilnya. That's it. Sesimpel itu. Tapi hasilnya, jauh, jauh dari kata simpel. Dan sangat tidak terduga. Mungkin akan kuceritakan besok, atau lusa mungkin, di blog ini.

Apa yang terjadi dua hari setelahnya? Silakan penasaran.