Showing posts with label disappointed. Show all posts
Showing posts with label disappointed. Show all posts

Tuesday, December 23, 2014

Gara-gara Doraemon: Stand by Me

ALOHA ASSALAMU'ALAIKUM HAU XIANG HAU XIANG NI HAO MA APA KABAR RAKYAT INDONESIAHHHHH~

Uhuy! Setelah kurang lebih dua bulan enggak ngeblog karena, yaaah biasalah, kesibukan mahasiswa tingkat akhir yang tak ingin dikesampingkan, akhirnya balik nulis lagi. Kangeeeen tau, ibaratnya tuh kayak lagi LDR-an trus nggak ketemu 2/3 abad. Hiks, sini pelukin atu-atu! *peyuk erat*

Nah buat postingan comeback kali ini, aku mau ngebahas tentang satu film yang lagi heitzzz banget. Film ini heitzzz (inget, heitzzz pake Z tiga kali) karena nggak ditayangin di seluruh bioskop di Indonesia, cuman bioskop-bioskop pilihan gitu. Alhamdulillah aku sempat nonton film ini di salah satu bioskop yang nayangin. Pasti udah pada nebak deh film apa, yekaaan? Yep! Film ini berjudul Beranak dalam Kubur Season 1 Doraemon: Stand by Me.

Doraemon-nya galau :"
Banyak yang bilang film yang katanya episode terakhirnya Doraemon ini, isinya sedih banget. Tuh, gambar Doraemon yang ada di halaman ini aja udah kayak nahan nangis gitu kan. Jadiii karena banyak spoiler yang mengatakan filmnya sedih banget, pas baruuu aja nyampe bioskop aku udah meratapi kesedihan gitu deh. Nggak siap kalau harus pisah sama dia. Nggak bisa ngebayangin apa jadinya hidupku tanpanya. Nggak ada yang nyemangatin lagi. Nggak ada yang bikin ketawa lagi. Hiks :"
...
...
...
Iya, aku lagi ngomongin Doraemon kok.

WEITS, TAPI EH TAPI!!!
Di blogpost ini aku nggak bakalan nyeritain filmnya kayak gimana, sedih banget nggak, nangis nggak, lucu nggak, TIDAK SAUDARA-SAUDARA! Aku mau berbagi pengalaman nonton Doraemon dan akibat yang ditimbulkannya.

Jadiii...

Monday, February 24, 2014

Aku Terpukul #24

Halo, lelaki berparas tampan dengan tingkah menyenangkan.
Saat aku melihatmu untuk pertama kalinya, tak terpikir sedikitpun bahwa aku akan mengagumi indahmu. Namun lambat laun, dengan segala aksi lucu dan menggemaskan yang kau lakukan entah sadar atau tidak, perasaan itu terpancing juga.

Sebenarnya alasanku (dulu) menggemarimu adalah karena kau tegas dan lugas dalam berbicara. Tak pernah berbelit-belit. Ditambah lagi kelakuan-kelakuan aneh yang kadang tanpa sadar kau lakukan. Seakan hilang apa yang dikatakan dengan jaim dalam dirimu.

Namun, sore tadi, aku seolah dihantam kenyataan. Keras. Dan membuatku terpukul. Makin ke mari tingkahmu makin tak selelaki dahulu. Tentu saja aku terkejut. Siapa yang mengira seseorang sepertimu akan bertingkah seperti itu.

Sungguh disayangkan bahwa kau meleset sedikit agak jauh dari yang selama ini kuharapkan.



Surabaya, 24 Februari 2014.
Dari yang sempat membangga-banggakan ke-tidak jaim-anmu.

Monday, February 3, 2014

Aku Mangkel #3

Selamat malam.
Sesungguhya malam ini, aku tidak pada kondisi ingin menulis surat untuk siapa-siapa. Mungkin surat kali ini kutujukan untuk diriku sendiri, yang sedang dikecewakan.

Kalian pasti pernah merasa kecewa, ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan. Ketika ekspektasi berbanding terbalik dengan realita. Ketika hati yang rapuh dengan sengaja digores oleh luka. Namun, siapa sih, yang ingin merasa kecewa dan dikecewakan di dunia ini? Tak satupun.

Untuk perasaan kecewaku, aku persilakan ia untuk meluap melalui surat ini; yang kutulis sebagai penanda bahwa aku pernah sekecewa ini. Tapi tak akan kuberikan ia panggung untuk menguasaiku, karena sesungguhnya emosi dan amarah yang membaur akan membuat seseorang hilang pikiran sehat saat ia dibiarkan menguasai jiwa raga.

Kepada kau yang mengecewakanku, terima kasih karena membuatku rasakan hal ini lagi.



Pasuruan, 3 Februari 2014.
Dari aku yang dengan bodohnya sempat berpikir kau takkan pernah mengecewakanku.

Friday, December 27, 2013

Hal Ini #13

Halo.
Mungkin untuk beberapa waktu ke depan, hingga hari Minggu, aku tidak dapat meramaikan blog ini dengan tulisan #30HariMenulis karena suatu kesibukan. Maka, dengan sangat berat hati, aku meminta ijin (pada diri sendiri) untuk bolos hingga hari Minggu, dan membayar hutang menulis di hari berikutnya sebanyak jumlah hari yang ditinggalkan. Maaf sekali. :(

Oh, iya. Aku ingin bertanya, pernahkah kalian dikecewakan seorang teman dekat? Mmm..., seorang sahabat, misalnya?
Aku pernah. Hampir selalu.
Namun aku tidak pernah bercerita kepada siapapun mengenainya. Bahkan pada mama pun tidak. Bukan maksudku melindungi atau menutupi apa yang sudah mereka lakukan padaku, tapi rasa-rasanya, hal-hal seperti dikecewakan itu pasti akan menimbulkan luka. Dan ketika aku menceritakan luka itu pada orang lain, akan semakin sulit bagiku untuk menyembuhkannya. Maka kuputuskan saja untuk tidak berbagi cerita perihal dikecewakan sahabat kepada siapapun, kecuali Allah.

Kalau kalian pikir aku ini cuek, tidak pedulikan apapun yang menghadang, rintangan, halangan, bahkan perasaan, sudah bisa dipastikan, kalian salah besar. Jauh di balik itu semua, aku menyimpan apa yang menjadi beban pikiran rapat-rapat. Aku memang terlihat bagaikan seorang yang sangat ekstrovert menurut tampilan luar.

Kadang aku berpikir, mungkinkah aku memiliki kepribadian ganda; sebagai seorang introvert dan ekstrovert? Lalu apakah di luar sana ada yang seperti aku? Yang berusaha tampak ceria luar biasa dan baik-baik saja walau sesungguhnya kesepian dan butuh pendengar? Kalau toh memang ada, aku ingin bergabung. Siapa tahu kalian dan aku, kita, dapat saling bertukar cerita dan menjadi pendengar yang baik bagi yang sama membutuhkannya sepertiku.

Monday, December 16, 2013

Ada ONE dalam Indonesia

*bersihin blog yang berdebu* *ceritanya banyak sarang laba-labanya saking lamanya nggak dikunjungi*

Selamat malam, dunia! (bacanya harus pakai nada lagunya Jikustik yang Selamat Malam Dunia)
Hm, sudah lama nggak menyempatkan waktu buat menulis di blog. Terakhir kali kapan, ya? Padahal tahun sudah hampir berganti loh ini. Maaf ya, blog kesayangankuuuu. Aku terlalu (sok) sibuk ini itu hingga melupakanmu.

Oke, cukup basa-basinya.
Beberapa waktu ini, aku sedang kepikiran negeri tempatku berpijak selama ini. Tempatku dilahirkan dan dibesarkan delapan belas tahun ini. Ya. Indonesia.
Entah apa yang membuatku segini kepikirannya sama Indonesia.

Memangnya, apa sih yang ada di pikiranku mengenai Indonesia?

Begini...

Wednesday, May 29, 2013

Thought of The Day

Don't easily trust someone who says 'forever' in the end of their sentence. Because we all know nothing lasts forever, and that forever doesn't really exist.

Sunday, March 10, 2013

Five Days Review

I'm back again in my lovely home, place where you can be yourself without any fear of being judged. I miss my blog so much, and I have stories to tell about what I've been trough during these five days of college.
Well, before I begin the stories, I want to post photos of me wearing my college outfit. So, I wore maxi skirt for months because of our (me and my classmates) consequences. I didn't used to wear maxi skirt, so I found difficulties in wearing it.



All clothes unbranded, Baby-G watch. Expectation: Mom's wedges. Reality: Fladeo flats.

Sunday, December 23, 2012

Memo HP yang Kemudian Dipindah ke Blog

Hal paling nyesekin itu saat kamu dan aku, kita, sudah sama-sama tau kalo kamu suka aku, dan aku juga sebaliknya. Tapi nggak ada salah seorang pun dari kita yang mau dan berani ngungkapin semuanya duluan. Aku nggak ngerti kenapa kamu dengan mudahnya bisa tiba-tiba muncul, mengagetkan aku dengan segala perlakuan manismu, senyummu, bahkan membuatku yakin kalo kamu memang untuk aku. Namun kemudian kamu menghilang, entah ada di bagian negeri yang mana kamu berada sekarang. Kamu bisa membuatku berpikir kalo kamulah yang aku tunggu selama ini. Kamu juga lebih bisa membuatku berpikir kalo selama ini aku melakukan hal yang sia-sia. Menunggu kamu.

Aku tau kamu nggak mengharapkan aku untuk jadi milikmu. Bahkan mungkin terlintas sedikit tentang aku di pikiranmu pun nggak pernah. Itu cuman aku, cuman aku yang menyalah-artikan semua sikap manismu padaku selama ini. Cuman aku yang dengan bodohnya terlalu yakin bahwa kamu berniat memilikiku. Cuman aku yang membuang waktu percuma hanya untuk menunggu hadirnya kamu kembali mengisi hari-hariku. Ya, cuman aku yang terlalu gampang suka sama kamu.

Padahal aku tau, kamu juga tau, kalo ada sikap jelekmu yang sangat sangat aku benci. Entah kenapa aku nggak melihat keburukanmu itu sebagai sebuah penghalang. Berpikir untuk membencimu karena sikapmu itu pun aku nggak pernah. Padahal kalo orang lain yang  ngelakuin, aku pasti marah habis-habisan. Bete. Sebel. Benci. Tapi kamu hebat. Aku nggak pernah menganggap sikap burukmu itu masih ada dalam dirimu. Aku bahkan sudah lupa tentangnnya.

Hhhhh, sudahlah. Untuk apa aku ceritakan semuanya disini, kalo membaca tulisan ini pun, kamu nggak akan pernah?


***Catatan memo HP jaman galau ababil. Dedicated for PHP, Pemberi dan Penikmat Harapan Palsu. Semoga setelah baca tulisan ini ada yang tersadarkan.***

Thursday, September 13, 2012

Belum Pernah Segalau dan Serisau ini Sebelumnya

Mungkin kalian pernah berada dalam situasi yang membingungkan. Yang rumit. Complicated. Situasi dimana kita dan temen kita yang satu itu, yang sudah dekat itu, terjadi kesalahpahaman. Suasana jadi kikuk. Kaku. Ngga ada ngobrol-mengobrol. Semua jadi hening, keadaan berubah dari yang semula hangat menjadi dingin. Apa kalian pernah?

Sekarang aku sedang berada di dalamnya. Dan sesungguhnya aku berharap hal seperti ini ngga akan pernah terjadi, namun nyatanya terjadi juga sama aku. Dan aku harus melewatinya. Caranya? Entahlah. Aku pun ngga pernah nyangka semuanya akan jadi kaya gini.

Pernah kepikiran gini?

Pasti dia marah sama aku. Pasti dia ilfeel sama aku. Padahal itu semua bukan aku yang lakuin. Cuman salah paham. Bisa ngga sih semua jadi baik-baik aja kaya dulu?