Aku ingin teriak. Lepaskan tumpukan amarah dalam dada. Legakan bulir-bulir emosi yang berjejalan tak karuan. Geramku sudah cukup beralasan untuk tautan alis yang timbulkan tikungan tajam. Nafas yang memburu seolah menjadi penanda betapa jengkelnya hati ini.
Aku tak tahu berapa banyak alasan lagi kau ucap tiap kecewakan diri. Aku sudah bosan. Aku bahkan tak tahu harus pekikkan apa untuk perasaan yang berkecamuk. Bicara denganmu toh percuma saja, buang buang waktu.
Dengar, kau tak seberharga itu untuk waktu-waktu berhargaku. Jangan terlalu percaya diri. Aku tak menyesalimu, aku menyesali waktu yang kubuang demi seorang kau.
Surabaya, 26 Februari 2015.
Dari yang (akhirnya) marah.
Showing posts with label Upset. Show all posts
Showing posts with label Upset. Show all posts
Thursday, February 26, 2015
Wednesday, January 15, 2014
Hal Ini #21
Pernah seseorang yang kutahu memiliki keahlian luar biasa jauh di atasku, mengucapkan satu hal yang pedih. Ia tak berucap langsung padaku memang, namun aku tahu. Suatu saat ketika ia dan aku berada dalam satu situasi, ia menyindirku. Aku sudah tahu kalau dia hanya ingin ngetes aku saja. Tapi entah mengapa, diremehkan tepat saat aku telah berusaha keras belajar sendiri ternyata sakitnya melebihi luka patah hati. Dan sakit ini, akan kujadikan sebuah penanda; aku harus berusaha lebih keras lagi dan tunjukkan pada ia dan dunia bahwa aku tidak pantas diremehkan.
Monday, December 23, 2013
Hal Ini #9
Tiada yang bisa mengalahkan kelegaan setelah mencurahkan isi hati pada seorang ibu. Mendengar suara mama di seberang telepon sana, hatiku rasanya plong. Dengan sabar mama mendengarkan segala keluh kesahku melalui sambungan telepon. Aku bercerita ini dan itu hingga tak sadar suaraku mulai bergetar, makin lama makin terbata. Lalu dengan suara lembutnya mama berkata, “Udah nggak usah nangis… Nggak apa-apa nak, nggak usah dipikir…” Aku hanya mampu terdiam.
Kemudian mama melanjutkan ucapannya. “Ini cuman kerikil kecil, nggak usah terlalu dipikir. Berarti mbak Kiky ini udah melewati proses jadi calon pemimpin. Kamu kalau mama lihat kan sudah berubah, dulu dikit-dikit nangis, sekarang sudah mulai tegar. Kamu harus tegas, nak. Kalau kamu nggak bisa ngatasin gini aja, nanti gimana kalau di luar negeri, nggak ada mama? Hayo…”
Tangisanku makin menjadi.
Ah, mama ini. Tak pernah kulewati seharipun tanpa bersyukur pada Allah karena mengirimiku malaikat seperti mama. Setiap masalah apapun yang membebani, terasa ringan begitu aku membagi cerita dengan mama.
“Udah, sekarang mbak Kiky istirahat aja. Kamu di mana sekarang? Udah makan? Udah solat? Kalau malam gini nggak apa-apa minum demacolin aja. Ndang sembuh, jangan sakit-sakitan, jangan kecapekan…”
Entahlah, diperhatikan mama seperti ini harusnya aku merasa senang. Aku memang senang, namun air mata tetap tak henti mengucur deras membasahi pipi. Menceritakan apa yang membuat sesak hati pada mama terkadang memberikanku perasaan bersalah. Mama sudah terlalu banyak beban pikiran, dan sekarang, aku malah menambahi pikiran mama. Tapi harus pada siapa lagi aku bercerita kalau bukan pada mama? Hanya mama yang mengerti aku, yang mampu membuatku tenang, penyemangat hari-hariku kala aku bersedih.
Aku rindu mama.
Maafkan aku karena selalu menjadi beban untukmu, Ma. Doakan semoga aku bisa segera membahagiakanmu.
Kemudian mama melanjutkan ucapannya. “Ini cuman kerikil kecil, nggak usah terlalu dipikir. Berarti mbak Kiky ini udah melewati proses jadi calon pemimpin. Kamu kalau mama lihat kan sudah berubah, dulu dikit-dikit nangis, sekarang sudah mulai tegar. Kamu harus tegas, nak. Kalau kamu nggak bisa ngatasin gini aja, nanti gimana kalau di luar negeri, nggak ada mama? Hayo…”
Tangisanku makin menjadi.
Ah, mama ini. Tak pernah kulewati seharipun tanpa bersyukur pada Allah karena mengirimiku malaikat seperti mama. Setiap masalah apapun yang membebani, terasa ringan begitu aku membagi cerita dengan mama.
“Udah, sekarang mbak Kiky istirahat aja. Kamu di mana sekarang? Udah makan? Udah solat? Kalau malam gini nggak apa-apa minum demacolin aja. Ndang sembuh, jangan sakit-sakitan, jangan kecapekan…”
Entahlah, diperhatikan mama seperti ini harusnya aku merasa senang. Aku memang senang, namun air mata tetap tak henti mengucur deras membasahi pipi. Menceritakan apa yang membuat sesak hati pada mama terkadang memberikanku perasaan bersalah. Mama sudah terlalu banyak beban pikiran, dan sekarang, aku malah menambahi pikiran mama. Tapi harus pada siapa lagi aku bercerita kalau bukan pada mama? Hanya mama yang mengerti aku, yang mampu membuatku tenang, penyemangat hari-hariku kala aku bersedih.
Aku rindu mama.
Maafkan aku karena selalu menjadi beban untukmu, Ma. Doakan semoga aku bisa segera membahagiakanmu.
Friday, May 10, 2013
Tumpahan Perasaan yang Sengaja Dipendam Sekian Lama
Hari ini, akan kutuliskan hampir semua draft di memo hpku, percakapanku dengan diri sendiri di sebuah aplikasi chat, dan microsoft word laptopku yang sudah sekian lama kusimpan sendiri tanpa ada satu orangpun yang tahu ada cerita apa di baliknya.
Bahkan aku pun harus meyakinkan diri sendiri bahwa aku bukanlah aku, yang dulu, untuk beberapa waktu ini.
Mungkin aku butuh seseorang, atau sesuatu, untuk membagi cerita-cerita yang lama kupendam sendiri. Yang selalu jadi bahan pikiranku ketika larut dan mataku tetap tak mau terpejam. Sungguh, tujuh bulan bukanlah waktu yang singkat bagi seorang aku untuk benar-benar mengubur perasaan yang kian hari kupaksakan untuk pergi namun ia tidak bisa benar-benar pergi. Semakin kupaksa, semakin kuusahakan untuk melupakan, semakin aku teringat. Dan puncaknya, aku menangis mendengarkan sebuah lagu yang, entahlah, liriknya seperti mengisahkan kisah kita.
Bahkan aku pun harus meyakinkan diri sendiri bahwa aku bukanlah aku, yang dulu, untuk beberapa waktu ini.
Mungkin aku butuh seseorang, atau sesuatu, untuk membagi cerita-cerita yang lama kupendam sendiri. Yang selalu jadi bahan pikiranku ketika larut dan mataku tetap tak mau terpejam. Sungguh, tujuh bulan bukanlah waktu yang singkat bagi seorang aku untuk benar-benar mengubur perasaan yang kian hari kupaksakan untuk pergi namun ia tidak bisa benar-benar pergi. Semakin kupaksa, semakin kuusahakan untuk melupakan, semakin aku teringat. Dan puncaknya, aku menangis mendengarkan sebuah lagu yang, entahlah, liriknya seperti mengisahkan kisah kita.
Wednesday, October 10, 2012
Thursday, September 13, 2012
Belum Pernah Segalau dan Serisau ini Sebelumnya
Mungkin kalian pernah berada dalam situasi yang membingungkan. Yang rumit. Complicated. Situasi dimana kita dan temen kita yang satu itu, yang sudah dekat itu, terjadi kesalahpahaman. Suasana jadi kikuk. Kaku. Ngga ada ngobrol-mengobrol. Semua jadi hening, keadaan berubah dari yang semula hangat menjadi dingin. Apa kalian pernah?
Sekarang aku sedang berada di dalamnya. Dan sesungguhnya aku berharap hal seperti ini ngga akan pernah terjadi, namun nyatanya terjadi juga sama aku. Dan aku harus melewatinya. Caranya? Entahlah. Aku pun ngga pernah nyangka semuanya akan jadi kaya gini.
Pernah kepikiran gini?
Pasti dia marah sama aku. Pasti dia ilfeel sama aku. Padahal itu semua bukan aku yang lakuin. Cuman salah paham. Bisa ngga sih semua jadi baik-baik aja kaya dulu?
Friday, July 20, 2012
Things
So how does it feel...
If someone, someone you used to share everything with, turned out to be someone you would never thought they be? Do you have any idea how much it hurts? I never thought they would be this different. The way they talked, and the way they told stories... Yeah, I might once forget them when I was happy, but then, I realized my fault. And I'm trying hard to fix it but, maybe, just maybe, they don't want me to be their friends anymore.
I don't care how much tears and time I have spent for thinking about this. It hurts. Much.
You know, I never regret the fact that you are my best friends. I miss you. The old you. The old us. I miss the time when we just sat there like a dumb and laughed at everyone who's passed by. I miss the time when we had no secrets and just told each other everything. No exception. I miss how our friendship used to be.
Oh I should stop writing this. My eyes start watering.
Monday, May 7, 2012
People are Judgemental.
Yesterday I went to Pasar Atom Mall, Surabaya to bought something new. I brought three footwears on my dad's car; a flatshoes, an ankle boots and a sandals. First, I thought this mall is big and I was right. So I decided to wear my sandals in case of walking too long. And, I was right again. This mall gave me sooooo many option. I bought something and then I went to Pasar Atum Lama. The difference between Pasar Atum Mall (PAM) and Pasar Atum Lama (PAL) is absolutely the range of price. If a cute lace collar dress on PAM is costs 300,000 rupiahs, the same one is costs about 200,000 rupiahs. Suprising, right?
The awkward and annoying moment was happened when I visit a store on PAL which brand is famous enough. Initial CK. I've told you that I was wearing sandals, haven't I? Well, when I look around and took one of their pretty tops, a shopkeeper came near to me. I wasn't think negative, because she wore a smile. Then I took a mullet skirt and she followed me. I changed to the accessories part but she still followed me. What made me confused and annoyed is that she followed me whenever I go while the other visitors were free to go. Based on what I wore, this time was sandals, I could imagine what was on her mind. She was like "OMG this girl is gonna steal something from our store! I have to keep an eye on her." And I was like "What the F with this shopkeeper? I'm not gonna steal anything." Then my mom came and whispered that the shopkeeper was like a maniac. I absolutely agreed and immediately went away from that store.
You know, when someone is wearing sandals or flip flops on a mall, doesn't mean she/he doesn't has enough money to buy a good shoes. Sometimes she/he just want to be different, or maybe looks for some comfortness. So you, a maniac shopkeeper, the purpose I wore my sandals yesterday was because I look for some comfortness. Do you think I don't have enough money to buy one of your stuff? Ha. You wrong. I think you don't get it what they tell 'Don't judge a book by its cover'.
The awkward and annoying moment was happened when I visit a store on PAL which brand is famous enough. Initial CK. I've told you that I was wearing sandals, haven't I? Well, when I look around and took one of their pretty tops, a shopkeeper came near to me. I wasn't think negative, because she wore a smile. Then I took a mullet skirt and she followed me. I changed to the accessories part but she still followed me. What made me confused and annoyed is that she followed me whenever I go while the other visitors were free to go. Based on what I wore, this time was sandals, I could imagine what was on her mind. She was like "OMG this girl is gonna steal something from our store! I have to keep an eye on her." And I was like "What the F with this shopkeeper? I'm not gonna steal anything." Then my mom came and whispered that the shopkeeper was like a maniac. I absolutely agreed and immediately went away from that store.
You know, when someone is wearing sandals or flip flops on a mall, doesn't mean she/he doesn't has enough money to buy a good shoes. Sometimes she/he just want to be different, or maybe looks for some comfortness. So you, a maniac shopkeeper, the purpose I wore my sandals yesterday was because I look for some comfortness. Do you think I don't have enough money to buy one of your stuff? Ha. You wrong. I think you don't get it what they tell 'Don't judge a book by its cover'.
Wednesday, May 2, 2012
Random Thoughts
I finally changed my sidebar! Yeay! But it didn’t finished yet, I still making some elements so that it will look better. Wait until everything’s done :)
Well, you know my country, Indonesia, has some problems issue right now. It’s sad knowing that the problems actually can be simply solved by the government, but they take nothing to act.
I’m proud of Indonesian students who studied at Berlin, Germany. Why? Because they told their opinions and aspirations in front of what it called ‘Wakil Rakyat’. Face to face. They weren’t like other students who usually made some demonstration or even vandalism to tell the government what is wrong with this country. The Indonesian students make an organization called PPI or Persatuan Pelajar Indonesia (Indonesian Student Association). They come to Indonesian Embassy in Berlin, Germany, to put their ideas across what ‘Wakil Rakyat’ did to Berlin or any other country in need to ‘studi banding’ or whatsoever they call it, is not important at all because those ‘Wakil Rakyat’ invited their relation and even their family to join with them visiting countries all over the world BUT using PEOPLE’s money. It’s okay if they paid their trip with their OWN money, but using people’s money? It is not okay. We paid taxes because government said that it has been used for our necessity. In fact, we paid taxes to fork out for ‘Wakil Rakyat’ trip to foreign countries. They said it was for ‘studi banding’, if it really for that ‘studi banding’, so where is the result? They have to show us the result, right? PPI was right, and always right because they expressed what people like me can’t express right in front of hundreds men and women who stole our money. People’s money.
This is a sad situation in our political life. Mr. President should do something to change this situation and maybe change the array of ‘Wakil Rakyat’ with the better one if we want a better life and better country. If he can’t found the better one, maybe he can found the best one.
Well, you know my country, Indonesia, has some problems issue right now. It’s sad knowing that the problems actually can be simply solved by the government, but they take nothing to act.
I’m proud of Indonesian students who studied at Berlin, Germany. Why? Because they told their opinions and aspirations in front of what it called ‘Wakil Rakyat’. Face to face. They weren’t like other students who usually made some demonstration or even vandalism to tell the government what is wrong with this country. The Indonesian students make an organization called PPI or Persatuan Pelajar Indonesia (Indonesian Student Association). They come to Indonesian Embassy in Berlin, Germany, to put their ideas across what ‘Wakil Rakyat’ did to Berlin or any other country in need to ‘studi banding’ or whatsoever they call it, is not important at all because those ‘Wakil Rakyat’ invited their relation and even their family to join with them visiting countries all over the world BUT using PEOPLE’s money. It’s okay if they paid their trip with their OWN money, but using people’s money? It is not okay. We paid taxes because government said that it has been used for our necessity. In fact, we paid taxes to fork out for ‘Wakil Rakyat’ trip to foreign countries. They said it was for ‘studi banding’, if it really for that ‘studi banding’, so where is the result? They have to show us the result, right? PPI was right, and always right because they expressed what people like me can’t express right in front of hundreds men and women who stole our money. People’s money.
This is a sad situation in our political life. Mr. President should do something to change this situation and maybe change the array of ‘Wakil Rakyat’ with the better one if we want a better life and better country. If he can’t found the better one, maybe he can found the best one.
Sunday, November 20, 2011
Unmood.
Well, the main purpose why am I online was to write some report about Football Competition (for SEA GAMES) between my country, Indonesia, versus Vietnam. I was so excited but I decided to change my blog's appearance first then posted a new posting. Yes; the header's changed -though yesterday I was change this one and changed it again tonight-, the name of my blog's changed, the greetings, the bio, the visitor counter, the clock, the logos of facebook, twitter, and tumblr, and the font also changed. I changed my blog a lot especially for the sidebar.
But after having fun with changing my blog, something happened. Someone ruined my mood. Now I'm not in the mood for write down some report about the football competition.
You know what, the saddest feeling in the world is when you've tried to make some effort for someone but then he/she didn't appreciate any of your effort.
But after having fun with changing my blog, something happened. Someone ruined my mood. Now I'm not in the mood for write down some report about the football competition.
You know what, the saddest feeling in the world is when you've tried to make some effort for someone but then he/she didn't appreciate any of your effort.
Friday, November 18, 2011
Anniversary RAN ke Lima di Surabaya
Baru aja aku posted postingan yang tadi sekarang mau posting lagii!!!!! Tau nggak sih?! HARI INI ADA RAN DI SURABAYA DAN AKU GAK BISA LIAT!!! SEDIH BANGET GAK SIH?! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA PENGEN NANGISSSSS :"
Oke mungkin kalian pikir aku sudah gila atau lebay atau gimana. Tapi. Yang jelas.

Diantara mereka itu ada yang aku kenal beberapa karena emang mereka adalah RANers Surabaya -yang mana aku juga RANers Surabaya- daaaaaaaaaaan wajah mereka itu nongol di upload-annya ka Nino via twitter. IRI GAKSIH LOOOOOOOOOO -________-
Yah walaupun aku emang udah pernah ketemu RAN dan foto-foto bareng -meet and greet via backstage- waktu mereka manggung di GOR Kertajaya beberapa waktu lalu, tetep aja ENVINESS itu kerasa banget karena apa???! Karena mereka BIKIN SURPRISE buat RAN di anniversarynya yang ke lima ini.

The only word which can describe my feeling ryte now:
SAD.
Oke mungkin kalian pikir aku sudah gila atau lebay atau gimana. Tapi. Yang jelas.
I ENVY THOSE PEOPLE WHO CAN MADE RAN FEEL SURPRISED TODAY.

Diantara mereka itu ada yang aku kenal beberapa karena emang mereka adalah RANers Surabaya -yang mana aku juga RANers Surabaya- daaaaaaaaaaan wajah mereka itu nongol di upload-annya ka Nino via twitter. IRI GAKSIH LOOOOOOOOOO -________-
Yah walaupun aku emang udah pernah ketemu RAN dan foto-foto bareng -meet and greet via backstage- waktu mereka manggung di GOR Kertajaya beberapa waktu lalu, tetep aja ENVINESS itu kerasa banget karena apa???! Karena mereka BIKIN SURPRISE buat RAN di anniversarynya yang ke lima ini.

The only word which can describe my feeling ryte now:
SAD.
Thursday, May 5, 2011
After A Long Hibernation (Eh?)

Long time no see, huh? Well, maafkan saya karena terlalu lama mengabaikan blog ini. Banyak hal yang harus saya selesaikan dan harus saya hadapi akhir-akhir ini sehingga waktu pun tersita untuk itu. Maaf! :)
Banyak hal terjadi selama aku nggak update di blog ini. Mulai dari UTS, ulangan harian, sakit, sakit hati (selalu), kegiatan FOKER, dll. Yaaa pasti ada seneng, sedih, bahagia (sama nggak sih sama seneng?), kecewa (sama juga nggak sih sama sedih?), dan hal yang paling aku suka dari semua pengalaman hidupku ini adalah: aku belajar untuk menjadi lebih kuat dan kembali seperti aku yang dulu.
Apa sih yang bikin aku mikir sampe kaya gini? Banyak. Dan aku udah lama banget mikir hal itu, tapi dulu aku masih lemah. Masih cengeng.
Sekarang, aku gak mau dianggap lemah lagi. Karena aku tau aku kuat. Dan aku bisa hadapin semua masalah di hidupku tanpa harus ngeluarin air mata lagi.
Aku sekarang punya prinsip. Dan aku memegang prinsipku. Aku gak mau jadi orang gak berprinsip yang plin plan dan bisanya cuman omdo. Aku gak mau harga diriku diinjek-injek. Aku gak mau diremehkan. Aku gak mau direndahkan. Karena aku wanita, dan wanita gak seharusnya diperlakuin seperti itu. Wanita itu harusnya dimuliakan.
Aku jadi tau masih banyak yang sayang dan peduli sama aku. Ada sahabat-sahabatku, ada mama, ada temen-temenku. Ketika aku jatuh, masih ada yang ngangkat aku dan ngebantu aku berdiri. Aku sekarang tau, kalau aku memang gak pernah ada di hati lelaki itu. Aku gak pernah dianggap berharga. Dan pengorbananku selama ini buatnya pun nyatanya sia-sia. Apa aku sedih? Tentu. Tapi aku nggak mau berlarut-larut dalam kesedihanku ini. Banyak yang mendukung aku, menemaniku ketika aku butuh, membantu menghapus air mata kekecewaanku, membuatku tertawa ketika aku menangis. Mereka semua yang menghargai aku, bukan LELAKI itu. Mungkin aku sempat berpikir bahwa dia-lah segalanya buatku. Mungkin pernah aku melupakan mereka yang selalu ada buat aku karena lelaki itu. Tapi kini aku sadar.
Mungkin aku dulu terlalu lemah untuk tidak memaafkan dan terlalu kuat untuk gampang memaafkan. Dan itulah mengapa AKU GAMPANG SEKALI DISAKITI.
Aku nggak akan menyebutkan semua sakit hatiku disini. Aku menghargai privasi orang lain seperti halnya aku menginginkan privasiku dihargai. Yang ingin aku tegaskan sekali lagi adalah, bahwa aku bukan lagi aku yang lemah. Aku kembali seperti aku yang dulu. Yang kuat, yang selalu tersenyum dan tak pedulikan masalah yang mengganggu.
THANKS FRIENDS AND BEST FRIENDS! YOU GUYS BRIGHTENED MY DAY THOUGH IT WAS THE DARKEST ONE :)
XOXO,
Rizky Nindy Lestari
at
12:31:00 AM
Topics:
Anger,
Boy,
Diary,
Pain,
People,
Quote,
School,
Sorry,
Tears,
Thoughts,
Upset
No comments:
Sunday, April 3, 2011
Sunday, March 6, 2011
This Feeling.
Not all my daily stories written here. Some stories are too private to tell so that I have to write it in my diary. I mean, diary.
Well, today is Sunday and tomorrow is Monday and I hate it so much.
There are things that I hate but I still have to face it everyday..
I hate being the one who loves someone who doesn't love me enough.
I hate being the one who always cry over love stories while everyone around are smiling.
I hate being the new me. I miss the old me. The new one is SUCKS.
I miss me. I miss my voice. I miss my hair. I miss my body. I miss my attitude. I miss how I always smile though I had a lot of problems. I miss how creative I was. I miss how I advises my friends and I can kept it for myself. I miss how mature I was. I miss the way I wrote my future novel, my short stories, oh man I miss them a lot.
The new me is really sucks. I mean it. The new me is childish. The new me is so much different than the previous one. And I hate it. So much.
Some said I've changed because of love. Some said love drove me crazy. And hell yeah, I hate it that I've changed because of one stinky thing called LOVE. I wish I knew how to make a feeling stop.
I don't know why, I don't know how, but I'm starting to hate love.
Saturday, February 26, 2011
Thought of The Day
What if I lie to you? What if I went dinner with another boy and I tell you I go with my girlfriend? What if you were me? What would you feel?-Rizky Nindy Lestari.
Tuesday, January 25, 2011
Menyakitkan Bila Cintaku Dibalas dengan Dusta
gak tau lah, jadi gak semangat belajar. padahal aku udah coba percaya, coba positif thinking, coba buat ngilangin marahku ke kamu, tapi apa balesanmu ke aku? padahal aku udah semangat buat belajar biologi, fisika, buat ngerjain semua peer sekolah tapi grgr kamu moodku jadi ancur banget. seneng kan kamu bikin aku kaya gini?
aku gak pernah sekalipun bohongin kamu padahal. aku udah coba buat percaya lg sm kamu walopun itu sulit banget nginget kamu udah pernah bohongin aku. sering. kamu gak tau kan gimana sakit hatiku? gak tau. karena kamu gak pernah dibohongin sm orang yg plg km percaya dlm hidupmu. aku gak pernah & gak akan pernah bohongin km. karena apa? aku sayang kamu, aku gak mau nyakitin perasaan orang yg paling aku sayang, yg paling aku percaya sekalipun orang itu nyakitin aku.
kamu td bilang kamu gak akan pulang malem & lgsg pulang begitu udah dapet apa yg mau km beli di malang. aku sms km pas maghrib, karena aku inget km td bilang ke aku mau pulang maghrib dan gak pulang malem. emg aku sempet marah, tp km gak pernah ngerti dan gak mau ngerti alasan aku marah ke km. aku kuatir. mgkn km anggep aku lebay krn nguatirin cowo umur 16 taun kaya km. tp sumpah aku bener2 kuatir. km gak tau kan, aku tuh pgn bgt jd satu2nya cewe yg ngasih km kasih sayang. aku pgn jd pengganti ibumu walopun aku tau ibumu gak akan pernah terganti. seenggaknya km bisa hargai semua perhatian, pengorbanan, kekuatiranku ke km. tp km gak pernah hargain itu semua. sakit.
aku sms km tp km gak bales. aku ingetin km buat solat, ttp gak km bales. oke, aku coba mikir positif. aku inget kata2mu td siang kalo km bakal pulang maghrib. aku mikirnya km lg di jalan, dan gak tau kalo ada sms. oke aku udah tenang. tp apa? aku dapet kabar kalo km msh di matos jam segini. km tau apa yg aku rasain? gak tau. sakit banget. aku dibohongin lg sm km stelah km janji gak akan pernah lagi bohongin aku. aku udah mulai bangun kepercayaan buat km walopun itu susah, tp km hancurin semua itu. sakit banget. percuma aku omongin ini semua ke km. km gak akan pernah ngerti. km pasti nyalahin aku. km pasti ngata2in aku posesif, suka ngelarang2, egois, jahat, dsb. km gak pernah tau kan, sakit denger itu semua drmu. km orang paling aku sayang, paling aku percaya tp blsnmu ke aku kaya gini. km gak pernah ngerti perasaanku. km gampangin aku. kamu berubah.
mungkin km udah gak sayang lg sm aku. mungkin km udah bosen. emang, aku gak cantik, gak pinter, gak kaya, tp aku punya hati dan perasaan. semuanya itu udah aku percayain sm km. tp ternyata kamu ngecewain aku lg, entah buat yang keberapa kalinya.
mungkin kamu kepikiran untuk minta maaf ke aku. gampang memang ngucapin kata maaf, tp km gak tau sakitnya yang masih membekas dan gak akan pernah hilang. harusnya km tau kaya apa sakitnya aku, gak cuman sekali km bohongin aku kaya gini. dan bahkan km udah janji ke aku gak akan pernah bohongin aku lg. susah memang buat percaya kamu pada awalnya, tp aku bangun lg kepercayaanku buatmu dengan susah payah. hah. percuma semuanya itu. kamu hancurin lg. dan belom tentu akan tetep utuh setelah ini.
kalo kamu emang udah gak ada rasa sayang lg sm aku, ngomong. jangan mainin perasaanku kaya gini. sakit banget dipermainin, dibohongin sama ORANG YANG PALING KAMU PERCAYA. aku selalu bisa maafin kamu, tp kamu.. seolah aku orang yg gak punya perasaan, yang gampang buat dimainin gitu aja. terlalu sakit hati ini. dan percuma aku omongin semua sakitku ini sm km. km gak akan pernah mau ngerti, gak akan pernah mau denger. yg ada di pikiranmu cuman: AKU EGOIS. JAHAT. POSESIF. SUKA NGELARANG2. SUKA NGATUR2.
sekarang terserah km mau apain lg perasaanku. kamu bener2 berubah. kamu bukan mushi yang sayang sm munyi. aku kecewa.
aku gak pernah sekalipun bohongin kamu padahal. aku udah coba buat percaya lg sm kamu walopun itu sulit banget nginget kamu udah pernah bohongin aku. sering. kamu gak tau kan gimana sakit hatiku? gak tau. karena kamu gak pernah dibohongin sm orang yg plg km percaya dlm hidupmu. aku gak pernah & gak akan pernah bohongin km. karena apa? aku sayang kamu, aku gak mau nyakitin perasaan orang yg paling aku sayang, yg paling aku percaya sekalipun orang itu nyakitin aku.
kamu td bilang kamu gak akan pulang malem & lgsg pulang begitu udah dapet apa yg mau km beli di malang. aku sms km pas maghrib, karena aku inget km td bilang ke aku mau pulang maghrib dan gak pulang malem. emg aku sempet marah, tp km gak pernah ngerti dan gak mau ngerti alasan aku marah ke km. aku kuatir. mgkn km anggep aku lebay krn nguatirin cowo umur 16 taun kaya km. tp sumpah aku bener2 kuatir. km gak tau kan, aku tuh pgn bgt jd satu2nya cewe yg ngasih km kasih sayang. aku pgn jd pengganti ibumu walopun aku tau ibumu gak akan pernah terganti. seenggaknya km bisa hargai semua perhatian, pengorbanan, kekuatiranku ke km. tp km gak pernah hargain itu semua. sakit.
aku sms km tp km gak bales. aku ingetin km buat solat, ttp gak km bales. oke, aku coba mikir positif. aku inget kata2mu td siang kalo km bakal pulang maghrib. aku mikirnya km lg di jalan, dan gak tau kalo ada sms. oke aku udah tenang. tp apa? aku dapet kabar kalo km msh di matos jam segini. km tau apa yg aku rasain? gak tau. sakit banget. aku dibohongin lg sm km stelah km janji gak akan pernah lagi bohongin aku. aku udah mulai bangun kepercayaan buat km walopun itu susah, tp km hancurin semua itu. sakit banget. percuma aku omongin ini semua ke km. km gak akan pernah ngerti. km pasti nyalahin aku. km pasti ngata2in aku posesif, suka ngelarang2, egois, jahat, dsb. km gak pernah tau kan, sakit denger itu semua drmu. km orang paling aku sayang, paling aku percaya tp blsnmu ke aku kaya gini. km gak pernah ngerti perasaanku. km gampangin aku. kamu berubah.
mungkin km udah gak sayang lg sm aku. mungkin km udah bosen. emang, aku gak cantik, gak pinter, gak kaya, tp aku punya hati dan perasaan. semuanya itu udah aku percayain sm km. tp ternyata kamu ngecewain aku lg, entah buat yang keberapa kalinya.
mungkin kamu kepikiran untuk minta maaf ke aku. gampang memang ngucapin kata maaf, tp km gak tau sakitnya yang masih membekas dan gak akan pernah hilang. harusnya km tau kaya apa sakitnya aku, gak cuman sekali km bohongin aku kaya gini. dan bahkan km udah janji ke aku gak akan pernah bohongin aku lg. susah memang buat percaya kamu pada awalnya, tp aku bangun lg kepercayaanku buatmu dengan susah payah. hah. percuma semuanya itu. kamu hancurin lg. dan belom tentu akan tetep utuh setelah ini.
kalo kamu emang udah gak ada rasa sayang lg sm aku, ngomong. jangan mainin perasaanku kaya gini. sakit banget dipermainin, dibohongin sama ORANG YANG PALING KAMU PERCAYA. aku selalu bisa maafin kamu, tp kamu.. seolah aku orang yg gak punya perasaan, yang gampang buat dimainin gitu aja. terlalu sakit hati ini. dan percuma aku omongin semua sakitku ini sm km. km gak akan pernah mau ngerti, gak akan pernah mau denger. yg ada di pikiranmu cuman: AKU EGOIS. JAHAT. POSESIF. SUKA NGELARANG2. SUKA NGATUR2.
sekarang terserah km mau apain lg perasaanku. kamu bener2 berubah. kamu bukan mushi yang sayang sm munyi. aku kecewa.
Saturday, January 22, 2011
Guess You Never Know How I Feel
Cuman gara-gara begitu aja kamu marah. Padahal kamu gatau kan apa yang aku pikir?
Kalo kamu capek, ngomong. Apa aku pernah ngelarang kamu istirahat? Enggak kan? Aku malah nyuruh kamu buat sering-sering istirahat dan jangan sampe kecapean. Tinggal bilang aja dan aku nggak akan marah. Tapi kamu nggak bilang. Kamu malah nyalahin aku akhir-akhirnya. Kamu bilang aku egois lah, aku nggak berubah lah, TERSERAH.
Kamu nggak tau kan, aku nunggu kamu sejam, aku udah sabar-sabarin nunggu eh kamunya malah kaya gitu, ngerasa bener banget. Padahal kamu ga ngomong, trus aku yang salah gt? Kalo kamu ngomong kan enak, gak perlu kaya gini jadinya. Padahal tadi aku udah mau ngertiin kamu kalo hari ini kamu ada latian yauda gapapa gausah ketemu tapi besoknya maen sama aku. Kamu juga udah janji seminggu yang lalu, mau bookingin tanggal 23 Januari cuman buat aku. Tapi kamu bilang gabisa lama-lama sama aku. HHHHHH
Aku cuman pengen hari-hari penting buatku yang cuman setaun sekali itu bisa dilewatin sama kamu. Tapi kamu selalu gapernah bisa luangin waktu buat hari-hari itu. Kalo kamu emang anggep aku penting, kamu pasti bisa nyempetin waktu buat aku, tanpa alasan, tanpa kebohongan, tanpa janji-janji yang teringkari.
Inget quote ini?
So I guess I'm not important for you, right?
Kalo kamu capek, ngomong. Apa aku pernah ngelarang kamu istirahat? Enggak kan? Aku malah nyuruh kamu buat sering-sering istirahat dan jangan sampe kecapean. Tinggal bilang aja dan aku nggak akan marah. Tapi kamu nggak bilang. Kamu malah nyalahin aku akhir-akhirnya. Kamu bilang aku egois lah, aku nggak berubah lah, TERSERAH.
Kamu nggak tau kan, aku nunggu kamu sejam, aku udah sabar-sabarin nunggu eh kamunya malah kaya gitu, ngerasa bener banget. Padahal kamu ga ngomong, trus aku yang salah gt? Kalo kamu ngomong kan enak, gak perlu kaya gini jadinya. Padahal tadi aku udah mau ngertiin kamu kalo hari ini kamu ada latian yauda gapapa gausah ketemu tapi besoknya maen sama aku. Kamu juga udah janji seminggu yang lalu, mau bookingin tanggal 23 Januari cuman buat aku. Tapi kamu bilang gabisa lama-lama sama aku. HHHHHH
Aku cuman pengen hari-hari penting buatku yang cuman setaun sekali itu bisa dilewatin sama kamu. Tapi kamu selalu gapernah bisa luangin waktu buat hari-hari itu. Kalo kamu emang anggep aku penting, kamu pasti bisa nyempetin waktu buat aku, tanpa alasan, tanpa kebohongan, tanpa janji-janji yang teringkari.
Inget quote ini?
"When you are important to another person, that person will always find a way to make time for you. No excuses, no lies, no broken promises."
So I guess I'm not important for you, right?
Saturday, October 16, 2010
Weekend
Hello!
Today is Saturday, October 16th, 2010. One of my really good friend, Dimas, must be happy today. Because this day is the day when he and his girlfriend, Vega, have their first anniversary! Congratulations you two! Longlast yaa~ :D
Oke, hari ini ga ada something interesting sih ya, datar-datar aja. Tadi juga satnite cuman nonton film, yaaah seperti satnite-satnite sebelumnya. Gue tadi nonton Kambing Jantan, filmnya Raditya Dika. Agak basi? Haha, iya emang, abis gue belom nonton sih, penasaran, jadilah gue nonton itu film. Hehehe.
Filmnya cukup ngehibur kok. Yang bikin gue seneng sama film itu adalah ekspresinya Dika. Hahahaha sumpah gokil banget dah ekspresinya dia, gue rasa si Dika cocoknya jadi pelawak aja deh daripada jadi artis gitu. Iye gak?
***
Yaampuuun, gue bosen setengah mati nih hari. Pacar udah ngebo duluan ngeeeeeeeks -____- sementara gue masih melek-melek aja nih mata. Hmmm.
Oiya, gue pengeeeen banget sesuatu. Apakah itu? Liat gambarnya dan lo akan tau ;)

Tau ga sih gambar apa ini? YEPPP! Canon EOS 550D! Sumfffffeeeeeeeh gue ngebet banget punya nih DSLR!
Tapi sayangnyaa, gue belom bisa dapetin tuh kamera sekarang huhuhu sedihh T-T. Satu-satunya cara untuk gue dapetin ini kamera yaitu: RANKING SATU DI KELAS! Daaaaan sialnya, kelas gue banyak murid pinternya! Ahoy banget sih -_- Pacar gue aja termasuk deretan murid-murid pinter di kelas. Alamaaak masa saingan sama pacar sendiri sih? Ish.
Yaaa harepan gue sihh, mudah-mudahan semester satu ini gue bisa ranking satu laah (aminn) biar cepet punya DSLR trus menekuni hobi deh! Ohohoho :'D Doain gue yaaa!
Yaaa harepan gue sihh, mudah-mudahan semester satu ini gue bisa ranking satu laah (aminn) biar cepet punya DSLR trus menekuni hobi deh! Ohohoho :'D Doain gue yaaa!
Wednesday, December 9, 2009
Baru SekaRANg
baruu sekaRANg, ohh akuuuuu rasakaaaa aa aan
apakah yg baru sekaRANg kurasakaan? pengen tau pengen tau??
yang baru sekaRANg gue rasakan adalah: PATAH HATI! (again??) ohh oww soooooo sad TT ternyata patah hati tuh gaenak yaa! ya Allah, karma deh gue nih. dulu pas temen2 gue patah hati, guenya mikirnya "ah lebay lo" eeeeeh ternyata emg bener patah hati tuh gaenak! ishh~
emang gue patah hati sama siapa sih? sama kk fan2an gue yg gue tulis di latest posting kemarenkah?? oh oh. maaf bukan. tapi gue patah hati dg seseoRANg yg tdk pernah gue sangka sebelumnya. gue gak pernah sedikitpun kepikiRAN bakal suka sama nih oRANg. waww -__-
tapiiiiii gue masih okelah. gak ampe yg nangis2 gitu. itu mah kelebayyan menurut gue. yaaaa palingan cuman agak sakit aja laa perasaan gue. pengen tereak tapi gabisa. hmm
***
emg gue patah hati kenapa sihh?
hem ternyata dia udah punya cewe. ouww. tlah menjadi milik yg lain. dan gue? gabole menganggu keharmonisan mereka. gue jg gamau kan diganggu keharmonisan gue? *cailah bhsa guee :D
jadi temennya aja gue udah seneng ko. ato mungkin dia jd abang ketemu gede gue? it's okey, i can live with that. malah gue sempet berpikir kayanya gue nyaman deh begini aja. heum~
udah ah blogger. gue curhatnya ampe sini ajaya. jangan sampai 'dia' yang gue bahas disini menyadari kalo gue suka sama dia. OH i think that will be a big PROBLEM.
bye tweetos!
~smooch
Sunday, December 6, 2009
Desember: Penuh Masalah Asmara
okey everybody. gue akan bercerita ttg Desember yg kayanya emg penuh dengan masalah percintaan. yaahh sejujurnya (nggak hanya) gue yang ngalamin sihh. werr entahlah. ada apakah dengan DESEMBER??
so.
temen2 gue, pada banyak yg lg beRANtem sama pacar masing2. entah kesalahpahaman, masih cinta sama mantan, dan lain lain dan lain lain. GUE?
gue.
PATAH HATI!
sang kakak kelas fan2an gue ternyata UDAH PUNYA PACAR! ouch TT betapa menyakitkannyaaaaaaaaa (walopun sebenernya gue jg udah tau kalo dia udah punya pacar ;p)
gue jadi pengen nyanyiin lagunya Beage nih.
hahahahaha walopun gak gitu banget sih. uhuhuhuhuhu TT
padahal nih yee gue mauuuuuu aja nyanyiin lagunya RAN.
tapi kayanya gue gajadi deh nyanyi yang ituuuuuuuuu huhuhuhuhuhuhuhuhu TT
EEEEEEEEIITTSSSSS!
tapi tenaaaaaaaaaang! GUE MASIH PUNYA CADANGAN fan2an ko! hahahahahaha *ketawa iblis
tapii.
males ah. ngefan oRANg yang gak ngefan jg sama kita (maksa!)
HAHAHAHAHAHA.
Desember oh Desember.
awalnya buatku JADI GILA.
trus trus pengen aja bilang THANK GOD IT'S FRIDAY karna Jumat lalu (3122009) gue bruntung mulu! haha
serasa gue lagi nikmatin WARNA-WARNI DUNIA :D
pas gue gak sengaja liat PANDANGAN PERTAMAnya si kakak ke gue. oh oww :')
udah ah. hahahaha gak mau tlalu lebayy gue kali ini. haha
bye tweeps!
~smooch
so.
temen2 gue, pada banyak yg lg beRANtem sama pacar masing2. entah kesalahpahaman, masih cinta sama mantan, dan lain lain dan lain lain. GUE?
gue.
PATAH HATI!
sang kakak kelas fan2an gue ternyata UDAH PUNYA PACAR! ouch TT betapa menyakitkannyaaaaaaaaa (walopun sebenernya gue jg udah tau kalo dia udah punya pacar ;p)
gue jadi pengen nyanyiin lagunya Beage nih.
perih hatiku kau telah dengan yang laaaaain
luka hatiku mungkin tak terobatii
hatiku kau buuat seperti tak hidup laaaaagi
hampa hidup ini sampai terasa matii iii iiii
hahahahaha walopun gak gitu banget sih. uhuhuhuhuhu TT
padahal nih yee gue mauuuuuu aja nyanyiin lagunya RAN.
karena kusuka dirimu
dan kuinginkan dirimu
jadilah milikku slalu
kan kujaga kau slamanyaa
kasih
dan takkan pernah kulepas lagii ii
hanya kamu seoRANg di hatii
tapi kayanya gue gajadi deh nyanyi yang ituuuuuuuuu huhuhuhuhuhuhuhuhu TT
EEEEEEEEIITTSSSSS!
tapi tenaaaaaaaaaang! GUE MASIH PUNYA CADANGAN fan2an ko! hahahahahaha *ketawa iblis
tapii.
males ah. ngefan oRANg yang gak ngefan jg sama kita (maksa!)
HAHAHAHAHAHA.
Desember oh Desember.
awalnya buatku JADI GILA.
trus trus pengen aja bilang THANK GOD IT'S FRIDAY karna Jumat lalu (3122009) gue bruntung mulu! haha
serasa gue lagi nikmatin WARNA-WARNI DUNIA :D
pas gue gak sengaja liat PANDANGAN PERTAMAnya si kakak ke gue. oh oww :')
udah ah. hahahaha gak mau tlalu lebayy gue kali ini. haha
bye tweeps!
~smooch
Subscribe to:
Posts (Atom)

